Laman

Tampilkan postingan dengan label Success Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Success Story. Tampilkan semua postingan

Tes Intoleransi dan Diet Sehat, Bobot Wanita Ini Turun 32 Kg



Meskipun sudah mencoba untuk memilih makanan sehat dan rajin olahraga, bobot Sidoine Price (26) stabil di angka 89 kg. Hingga akhirnya ia melakukan tes intoleransi makanan dan menemukan penyebab utama bobotnya tidak bisa turun.

Sidoine yang berprofesi sebagai manajer mengungkapkan bahwa ia memang memiliki tubuh gemuk sejak lama. Tetapi selama beberapa tahun terakhir ia merasa bobotnya terus naik, hingga akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perubahan pola .

Sejak itu, Sidoine mulai makan lebih sehat, secara tetap makan 5 kali sehari dengan pola makan yang mengandung banyak protein dan sayuran seperti salad.

Stop Kebiasaan Minum Bir 40 L per Minggu, Bobot Pria Ini Turun 139 Kg


Seorang ayah dari 4 anak, Russell Robinson (43), memiliki bobot hingga 222 kg dan membutuhkan membutuhkan kemeja ukuran XXXXXXL. Ia ingin menurunkan bobotnya karena merasa depresi atas situasi dalam hidupnya.

Berat badan Russell melonjak drastis setelah 2 kali pernikahannya gagal. Ia merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi dan mulai tidak peduli dengan gaya hidup sehat. Namun setelah tidak menjaga pola hidup sehat, ia menjadi kegemukan dan malu terhadap kondisi tubuhnya.

Ukuran tubuh Russell yang cukup besar ini juga membuat ia kehilangan pekerjannya sebagai sopir forklift di sebuah pabrik.

Ingin Terlihat Cantik Saat Menikah, Gadis ini Pangkas Bobot 39 Kg


Mary Riddle (31) sebenarnya cukup langsing saat remaja, sampai akhirnya ia terkena endometriosis. Kondisi ini merupakan suatu keadaan di mana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. Berat badannya saat itu mencapai 112 kg dan ini membuatnya sulit menurunkan berat badan.

Awalnya Mary sempat mencoba diet, namun ia sempat putus asa karena ia selalu merasa lapar. Akhirnya ia menyerah dan kembali melakukan kebiasaan yang tidak sehat seperti melewatkan sarapan, makan siang dengan menu keju, mayonnaise, dan keripik.

Ingin Bertubuh Ideal, Nehu Pangkas 25 Kg dalam 5 Bulan



Nehu (22), memiliki nafsu makan yang cukup tinggi. Ia merasa sangat mudah merasa lapar dan selalu penasaran jika ada makanan baru. Akibatnya, saat baru lulus SMA ia memiliki tubuh cukup gemuk, yaitu sekitar 85 kg.

Setelah lulus, Nehu diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia dan sejak saat itu ia berpikir untuk menurunkan berat badan.

Setelah memiliki motivasi untuk menurunkan bobotnya, Nehu mendaftarkan diri ke salah satu tempat fitness bersama temannya. Setiap hari Nehu berlatih kardio selama 2-3 jam per hari untuk membakar kalori yang ada di dalam tubuhnya.

Ini Dia Rahasia Tya Subiakto Pangkas Bobot 27 Kg dalam 8 Bulan


Siapa tidak kenal dengan penata musik yang satu ini? Tya Subiakto Satrio (34), berhasil menurunkan berat badan sebanyak 27 kg dalam waktu 8 bulan. Banyak yang menanyakan diet seperti apa yang ia jalani. Secara eksklusif, Tya berbagi rahasia dietnya kepada detikHealth.

"Saya sudah pernah mencoba berbagai macam usaha untuk menurunkan berat badan, mulai dari susu diet, pil, sampai akupunktur. Namun tidak berhasil. Sekalipun berat badan saya turun, nantinya akan naik kembali," ungkap Tya kepada detikHealth saat ditemui di studionya, Jl Damai Musyawarah, Cilandak, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (10/5/2013).

Makan 6 Kali Sehari, Bobot Gadis Ini Turun 26 Kg


Meskipun memiliki bobot 102,2 kg dan tidak bisa menggunakan baju dengan ukuran XXL, Eta (23) beranggapan 'big is beauty'. Ia masih cuek dan belum merasa perlu untuk menurunkan bobotnya. Hingga suatu hari Eta melihat foto dirinya di pernikahan kakaknya dan mulai merasa malu dengan ukuran tubuhnya.

Setelah itu, salah satu teman Eta yang juga mengalami kelebihan berat badan mengajaknya untuk fitness. Tanpa pikir panjang, Eta langsung menerima ajakan temannya tersebut.

Hari pertama datang ke tempat fitness, Eta langsung menimbang berat badan untuk mengetahui penurunan bobotnya nanti. Saat itu angka timbangan menunjukkan angka 102,2 kg. Dengan tinggi badan 165 cm, bobot Eta hampir 2 kali bobot idealnya. Niat Eta pun semakin besar untuk bisa menurunkan berat badannya.

Takut Kena Sakit Jantung, Ibu 2 Anak Ini Pangkas 46 Kg Bobotnya


Katey Dyck (32) sejak remaja hingga kehamilan pertamanya memiliki bobot yang stabil yakni sekitar 80 kg. Karena bobotnya stabil, Katey merasa belum perlu melakukan diet, meskipun terkadang dia malu dengan badannya yang besar.

Saat Katey hamil putri pertamanya, ia mulai tidak bisa mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Setelah putri pertamanya lahir, bobot Katey bertambah menjadi 107 kg. Pada saat menyusui, bobotnya terus bertambah dan mencapai 110 kg, seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (7/5/2013).

Katey kemudian hamil dan melahirkan anak keduanya. Setelah beberapa kali diet hanya untuk mengejar kecantikan, ia menyadari bahwa mengejar penampilan luar tidak akan cukup memotivasinya. Katey pun merasa butuh motivasi yang lebih.

Ibu Meninggal Akibat Kanker, Sara Stop Minum Alkohol & Turunkan Bobot 51 Kg



Sara-jayne Foreman (26) mengalami trauma paling mendalam saat ibunya, Gillian (56), meninggal akibat kanker hati. Sejak saat itu, Sara-Jayne memutuskan untuk mulai berhenti minum alkohol dan bobotnya turun sebanyak 51 Kg.

"Ketika saya mengetahui ibu saya terkena kanker, saya sangat terpukul. Itu adalah mimpi terburuk saya dan saya benar-benar sangat sedih," ungkap Sara-Jayne, seperti dikutip dari Mirror, Senin (6/5/2013).

Selama ibunya telah didiagnosa menderita kanker hati, mereka selalu menghabiskan 9 bulan di samping tempat tidur bersama. Sejak saat itu ia mulai berpikir untuk mencoba berhenti minum alkohol Awalnya memang sulit, namun ia mempunya tekad kuat untuk bisa merubah kebiasaan buruknya ini.

Tubuh Gemuknya Sering Jadi Bahan Ejekan, Wanita Ini Pangkas 90 Kg



Cathy terakhir kali memiliki berat badan sehat saat ia masih berusia 8 tahun. Masa remaja dan dewasa dilaluinya dengan kegemukan. Tubuh gemuknya pun selalu menjadi bahan ejekan, bahkan oleh temannya sendiri

Cathy Sheargold (39) adalah seorang 'pemakan emosional', yang gemar makan junk food untuk mendapatkan energi dengan cepat. Masalahnya, karena energi tak bisa bertahan lama, ia akan makan lebih banyak cokelat, keripik, dan gorengan.

Selain itu, ia juga seorang 'pemakan rahasia'. Ia akan memesan 10 potongan ayam dan chip besar di resto cepat saji dan berpura-pura memesan untuk keluarga. Lalu ia akan mencari jalanan gelap atau taman untuk menghabiskan makanannya sendiri.

"Saya dulu percaya bahwa saya mencintai makanan. Tapi tidak, saya menggunakannya sebagai senjata untuk menghukum diri sendiri," jelas Cathy Sheargold.

Frustasi Selalu Dikira Ibu-ibu, Gadis Ini Turunkan Berat Badan 48 Kg


Usianya baru 25 tahun, tapi tubuhnya yang tambun seringkali membuat Madiha Tariq dikira ibu dari teman sebayanya. Frustasi selalu dikira ibu-ibu, ia pun sukses menurunkan berat badan hingga 48 kg.

Tubuh Madiha Tariq (25 tahun) memang tidak terlalu ramping sejak kecil, tapi berat badannya semakin gemuk setelah kematian ayahnya. Ketika ia masih duduk di bangku kelas 12, ia jatuh sakit selama setahun. Hanya tinggal di rumah selama setahun membuat tubuhnya semakin bengkak.

Selama setahun tersebut, Madiha mengaku makanan adalah satu-satunya teman. Ia terisolasi dari dunia luar. Ia tak pernah keluar rumah, bahkan untuk membeli bajunya sendiri. Itu adalah waktu terburuk dalam hidupnya.

Tak Ingin Mati karena Serangan Jantung, Rosemarie Pangkas Bobot 48 Kg


Rosemarie sudah kelebihan berat badan hampir di sepanjang hidupnya. Ia masih berumur 9 tahun sejak pertama kali gemuk. Kini di usia 48 tahun, karena takut mati akibat serangan jantung seperti ayahnya, ia pun bertekad menurunkan berat badan dan sukses memangkas 48 kg.

Rosemarie Hernandez Jeanpierre (48 tahun) gemuk mulai di usia 9 tahun. Di Filipina, tempat ia dibesarkan, sangat jarang anak-anak yang kelebihan berat badan. Tumbuh menjadi gadis gemuk, tak pelak ia pun sering menjadi bahan bullying.

Sekolah merupakan tempat yang benar-benar trauma baginya. Setiap hari adalah mimpi buruk. Teman sekelas selalu mengolok-oloknya, bahkan ada yang sampai menusuknya dengan peniti karena berpikir badannya akan mengempis seperti balon.

Tak Muat Duduk di Kursi Bioskop, Lee Turunkan Berat Badan 72,5 Kg


Sejak remaja, Lee sudah berjuang dengan berat badannya yang gemuk. Kelebihan berat badan saat usia anak-anak, membuatnya menjadi sasaran bullying. Namun kesulitan untuk duduk di kursi bioskop telah membuatnya berhasil menurunkan berat badan hingga 72,5 kg.

Sejak kecil gaya hidup Dr. Lee R. Coleman, Jr (46 tahun) memang sudah tidak sehat. Kebiasaan makannya terbilang mengerikan, karena dia rutin makan makanan cepat saji setiap harinya.

Agar Bisa Pakai Kostum Cosplay, Ajo Turunkan Berat Badan 20 Kg


Rolan Ajo sangat menyukai konstum-kostum cosplay. Sayang postur tubuhnya yang gemuk tidak memungkinkannya menggunakan kostum tersebut. Setelah bosan selalu menjadi bahan tertawaan, wanita ini pun berusaha keras menurunkan berat badan dan sukses susut hingga 20 kg.

Untuk dapat menurunkan berat badan, memang butuh motivasi yang kuat. Bagi wanita asal Taiwan, Rolan Ajo, dapat mengenakan kostum cosplay seksi adalah motivasinya.

Sekitar 10 tahun yang lalu, berat badan Ajo lebih dari 70 kg. Di sisi lain, wanita ini menyukai manga dan sangat ingin bisa mengenakan cosplay (costum play). Namun setelah mencoba kostum cosplay untuk pertama kalinya, ia kecewa dengan tampilan dirinya di cermin, yang menurutnya tampak jelek.

So Sweet! Setelah Turunkan Bobot 68 Kg, Si Cantik Ini Temukan Cinta



Toni Hoe gemar makan roti dengan mentega dan pizza dengan tambahan keju setiap makan malam. Toni pun malas berolahraga. Alhasil badannya kian melar hingga mencapai berat 148 kg. Namun setelah berat badannya menyusut, perempuan cantik itu menemukan cintanya.

Berat badan berlebih itu mulai didapat Toni setelah ayah dan ibunya berpisah. Saat itu usia Toni masih 15 tahun. Kala itu dia merasa nyaman setiap kali makan dalam jumlah yang besar.

Saat menginjak usia dewasa, Toni suka pergi berpesta. Nah, saat berpesta dia akan minum wine dalam jumlah banyak, pizza, dan kentang goreng. Makanan itu disantapnya hingga lewat pukul 3 dinihari.

Kebiasaan banyak makan plus malas berolahraga membuat angka timbangan Toni selalu meningkat. Bahkan pada awalnya Toni tidak sadar bobotnya sudah sangat berlebihan. Namun ketika menyadari dirinya kegemukan, diet yang dilakukan pun tak pernah lama dijalani.

Hingga akhirnya Toni merasa sedih saat harus memakai celana jeans ukuran 30. Padahal sebelumnya dia memakai jeans dengan 3 ukuran lebih kecil.

Tak Dapat Kursi Pesawat karena Kegemukan, Brian Turunkan Bobot 141 Kg


Sejak kecil Brian Beck (40 tahun) memiliki masalah harga diri karena tubuhnya yang gemuk. Namun tubuh gemuk ini mulai menjadi masalah besar ketika ia harus melewatkan interview penting akibat tidak mendapat kursi pesawat.

Ketika SMA Brian sempat berhasil menurunkan berat badan sebanyak 25 kg, tapi caranya salah yaitu ia tidak makan dan tidak cukup minum. Selain itu ia lari 3 mil sehari yang membuat tubuhnya lelah. Alhasil kondisi ini tidak berlangsung lama.

Ketika masuk perguruan tinggi ia mengalami stres yang justru dilampiaskan melalui makanan. Baginya burger, pizza dan bir adalah kelompok makanan kesukaan terutama saat sedang stres.

Kondisi ini membuat tubuhnya mengalami diet yoyo, serta berat badan yang naik lebih banyak ketimbang yang diturunkan. Hingga pada tahun 2003 berat badannya mencapai 219 kg.

Sadar Riwayat Keluarga Penuh Penyakit, Andrea Turunkan Bobot 63 Kg



Andrea (31 tahun) pernah merasa berada di titik terbawah dalam hidupnya yang membuat berat badannya mencapai 155,25 kg. Namun karena ia menyadari bahwa riwayat keluarganya penuh dengan masalah, maka ia memutuskan untuk menurunkan berat badan.

Pada Agustus 2008, Andrea harus kehilangan pekerjaan, seminggu kemudian ibunya meninggal akibat kanker dan kurang dari 2 minggu ia kehilangan neneknya akibat penyakit gagal jantung.

Saat itu ia tidak benar-benar menyadari apa saja yang sudah dimakan, berapa banyak makanan yang masuk, tidak memperhatikan waktu makan hingga tidak memikirkan apakah saat itu ia merasa lapar atau tidak.

Hal ini karena Andrea menjadikan makanan sebagai hadiah untuk menghibur dirinya sendiri. Terlebih keluarganya yang berasal dari keturunan Italia-Filipina memiliki budaya sosial seputar makanan.

Namun lama kelamaan Andrea menyadari ia dihadapkan pada kenyataan riwayat keluarga yang penuh masalah mulai dari kanker sampai jantung. Kondisi ini memicunya berpikir bahwa salah satu hal yang bisa dikontrol untuk menghindarinya adalah berat badan.

Malu Saat Duduk di Bangku Pertunjukkan, Berat Badan Katie Turun 37,5 Kg


Sejak dulu Katie Regan (29 tahun) memang tumbuh sebagai gadis yang 'besar'. Tapi ia menyadari bentuk tubuhnya sudah melewati batas ketika merasa sempit saat duduk di sebuah bangku pertunjukkan. Kejadian ini memicunya untuk berubah dan berniat menurunkan berat badan.

Katie adalah seorang pemilih-milih makanan yang sangat menyukai kentang goreng dan ayam. Ketika di perguruan tinggi, ia hanya memilih makanan karbohidrat tinggi seperti pasta, pizza, roti dan waffel.

Meski aktif dalam atletik dan berpartisipasi dalam setiap olahraga, tubuhnya tetap saja lebih besar dari teman-temannya yang lain. Ini karena jenis makanan yang ia konsumsi telah menyabotase usaha olahraganya.

Ketika telah menyelesaikan pendidikan, Katie bekerja di Disney World. Ia sangat mencintai pekerjaannya dan sehari-hari berinteraksi dengan tamu dari berbagai dunia, walau kadang merasa tidak nyaman dengan ukuran pakaiannya dan terasa sakit di sendi.

Setelah bekerja selama 6 bulan, ia diberi kesempatan untuk mengelola wahana baru. Ketika katie mencoba duduk di kursi wahana ia merasa sangat sesak dan mengganggu rekan kerja yang duduk di sebelahnya. Saat itu wajahnya memerah dan ia merasa malu.

Terinspirasi Artis K-POP, Woro Turunkan Berat Badan 26 Kg


Tak bisa dipungkiri bahwa artis-artis asal Korea memiliki tubuh proporsional yang kadang membuat orang lain iri. Kesukaannya melihat MV K-POP membuat Woro Indraswari berhasil menurunkan 26 kg.

Proses diet ini dilatarbelakangi oleh kegemarannya melihat MV K-POP dan kesukaannya melihat serta membaca artikel tentang perjuangan para artis Korea atau saat artis ini menjalani karantina di agensi masing-masing.

Para artis Korea ini diketahui memiliki kedisiplinan yang tinggi serta niat yang kuat. Hal inilah yang menjadi inspirasi Woro saat ingin mengikuti jejak kesuksesan para artis Korea dalam menurunkan berat badan.

Woro pun mulai melakukan diet dengan cara mengurangi porsi makan seperti nasi dan juga cemilan. Untuk mencapai kesuksesannya, ia tunjang dengan rutinitas bersepeda setiap Sabtu-Minggu selama 1,5 jam dan rutin minum teh hijau.

Berat Badan Turun 45 Kg Setelah Syok Lihat Angka di Timbangan


Sejak kecil hingga dewasa Erica Perna (36 tahun) mengalami kelebihan berat badan karena ia tidak pernah peduli apa yang dikonsumsinya. Namun ia sangat terkejut karena setelah melahirkan berat badannya tetap lebih dari 100 kg.

Ketika kuliah Erica mulai mengambil kelas olahraga dan angkat besi, tapi ia tidak pernah bisa memiliki bentuk tubuh yang bagus seperti orang lain. Kala itu ia menyalahkan faktor genetik yang dimiliki.

Erica pun membaca buku dan majalah tentang latihan beban, ia terus mencoba latihan dan membuat perubahan di sana sini tapi sebagian berat badannya yang hilang justru kembali lagi.

Hingga akhirnya Erica hamil dan ini dijadikannya alasan untuk bisa mengonsumsi makanan apapun yang dinginkan dan bebas tanpa ada batasan. Berat badannya bertambah 31,5 kg dalam waktu 9 bulan.

Nadina Kaget Lihat Foto di Facebook, Ukuran Baju Berkurang 4 Size


Nadina Knight kaget saat melihat foto di Facebook menunjukkan betapa gemuknya ia. Dari situ, finalis Miss England 2012 ini berniat untuk berubah dan berhasil menurunkan ukuran bajunya dari 12 menjadi 8.

Nadina (24 tahun) pernah memiliki berat badan hingga mencapai 101,6 kg akibat pola makannya sendiri yang tidak sehat, yaitu sering konsumsi makanan cepat saji dan juga alkohol.

Namun foto-foto ulang tahunnya ke-20 yang diunggah sang ibu ke Facebook seperti menjadi cambuk bagi dirinya. Foto-foto ini menyadarkan dirinya betapa gemuk tubuhnya dan membuat sang ibu mulai merasa khawatir.

Hal ini karena ibunya diketahui memiliki diabetes, jadi ia menyatakan keprihatinan dan merasa khawatir dengan berat badan yang dimiliki oleh anaknya bisa menjadi faktor risiko.

Nadina sendiri memiliki tubuh yang ramping sampai ia berusia sekitar 16 tahun. Tapi ketika ia sudah kehilangan kontrol atas pola dietnya, berat badan mulai bertambah. Saat di universitas pola makannya makin tidak terkontrol, ia makan lebih banyak dari biasanya yang menempatkan Nadina pada berat badan lebih dari 100 kg.

Sejak itu ia mulai mencari tips hidup sehat di internet, Nadina ingin menurunkan berat badan dengan cara yang sehat dan jangka panjang. Ia mulai dengan hal-hal kecil seperti minum susu tanpa lemak, roti gandum dan menghentikan kebiasaan minum soda serta alkohol. Perubahan ini juga diikuti dengan berolahraga secara teratur ke gym sebanyak 3 kali seminggu.

Berikut ini beberapa perubahan yang dilakukannya dalam membantu menurunkan berat badan, yaitu: