Laman

Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Diet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Diet. Tampilkan semua postingan

Dibilang 'Kentong' oleh Ayah, Chardy Termotivasi Turun Berat Badan 26 Kg


Jakarta - Chardy Elly Haryanto Hutagaol (30) awalnya tak sadar bahwa bobotnya terus-menerus merangkak naik. Setelah sang ayah mengomentari bentuk tubuhnya yang terlihat seperti kentong, barulah kemudian ia memiliki motivasi untuk menurunkan berat badannya.

Dalam waktu 7 bulan, pria kelahiran 6 Februari 1984 ini pun berhasil menurunkan berat badannya dari semula 99 kg menjadi 73 kg. Apa triknya? Berikut paparan Chandy kepadadetikHealth, seperti ditulis pada Jumat (15/8/2014):

Saya dulu adalah perokok berat, dalam sehari saya bisa menghabiskan kira-kira 3-5 bungkus. Saat saya kemudian memutuskan untuk berhenti merokok, saya menggantinya dengan camilan seperti permen dan cokelat.

Rutin Lompat-lompat Sebelum Tidur, Bobot Elizabeth Turun 8 Kg



Jakarta - Masih muda, Elizabeth Beatrice Maefina Anwar (18) tak pernah berpikir untuk berusaha menurunkan berat badannya. Sampai suatu hari ia didiagnosis sebuah penyakit oleh dokter dan dianjurkan untuk berdiet.

Mengikuti pola makan sehat dan rutin melakukan sedikit aktivitas ringan, bobotnya berhasil turun dari semula 58 kg menjadi 50 kg. Berikut paparan Elizabeth kepada detikHealth, seperti ditulis pada Senin (18/8/2014):

Pada waktu itu, saya belum berkeinginan untuk benar-benar diet. Tetapi karena keadaan yang memaksa saya untuk ke dokter, akhirnya saya 
memeriksakan diri. Kemudian, terdiagnosislah penyakit itu.

Dibilang seperti Ibu Hamil, Suci Terapkan Food Combining dan Turun Bobot 14 Kg



Wonosobo - Di usianya yang baru 23 tahun, Suci Ariyani sudah memiliki tubuh tambun. Dengan tinggi badan 150 cm, bobotnya pernah mencapai 65 kg. Ia pun kerap menerima ejekan punya perut berlipat seperti ibu hamil.

Lelah dengan ejekan tersebut, Suci kemudian memutuskan untuk memperbaiki pola makan dan menurunkan berat badannya. Bobot Suci yang semula 65 kg berhasil turun menjadi 51 kg. Berikut kisahnya seperti dipaparkan kepadadetikHealth, Senin (18/8/2014):

Awalnya saya berniat diet semenjak kejadian di acara pernikahan sepupu saya. Waktu itu saya bertugas sebagai penerima tamu. Sebelum acara saya didandani dan dipakaikan kebaya. Ketika akan memakai rok jarit dari penata rias, sialnya dari semua rok yang dibawa tidak ada yang muat.

Stop Makan Nasi dan Ganti dengan Roti Gandum, Bobot Agnes Turun 21 Kg!




Jakarta - Awalnya Agnes Florensia berniat menurunkan berat badan karena ingin memiliki pasangan. Namun karena kurang motivasi, seiring berjalannya waktu berat badannya malah semakin bertambah menjadi 78 kg. Kini bobotnya stabil di angka 57 kg. Wah, apa rahasianya?

Agnes memanfaatkan roti gandum dengan segala keunikan nutrisinya untuk berdiet. Ya, dengan rutin konsumsi makanan itulah bobotnya sukses turun 21 kg dalam 7 bulan. Berikut penuturannya kepada detikHealth, seperti ditulis pada Jumat (18/7/2014):

Ulang Tahun, Perano Termotivasi Ubah Gaya Hidup dan Turunkan Bobot 17 Kg



Jakarta - Bagi sebagian orang bertambahnya usia dapat memberikan motivasi yang baru dalam hidup, salah satunya pada Perano Gustiandi (31). Memiliki berat badan 96 kg saat itu membuatnya tersadar untuk lebih banyak bergerak dan beraktivitas.


Setelah bergabung dengan salah satu pusat kebugaran, pria dengan tinggi badan 178 cm ini mulai menjalani program penurunan berat badan. Alhasil bobot berhasil turun sebanyak 17 kg. Berikut paparannya kepada detikHealth, seperti ditulis pada Jumat (18/7/2014):


Rajin Beres-beres Rumah, Berat Badan Puti Tak Disangka Turun 22 Kg




Jakarta - Aktivitas rumah tangga seperti menyapu, mengepel mencuci baju mungkin tampak membosankan. Tapi siapa sangka aktivitas ini justru sukses membuat bobot Puti Fatmawati turun sebanyak 22 kg!

Ya, bobot Puti yang semula 95 kg kini berhasil turun menjadi 73 kg. Berikut paparannya kepadadetikHealth, seperti ditulis pada Sabtu (19/7/2014):

Kombinasi Diet OCD dan O7W, Yudith Turun Bobot 25 Kg dalam 8 Bulan!


Tangerang - Meski sudah menikah, seorang wanita tentu tetap ingin terlihat cantik dengan berat badan ideal. Begitu juga dengan Yudith Primidhana. Wanita 34 tahun ini tetap menginginkan tubuh yang ideal meski sudah menikah. Berbagai cara sudah ia lakukan, tapi sayangnya tak ada yang berhasil.

Setelah melihat salah satu tayangan televisi, ia pun mulai mencoba Obsessive Corbuzier's Diet (OCD). Menggunakan pola jendela makan yang berbeda setiap minggunya dan tetap menjalani olahraga, ia pun akhirnya berhasil menurunkan berat badannya. Berikut paparannya kepada detikHealth, Selasa (22/7/2014):

Tes Intoleransi dan Diet Sehat, Bobot Wanita Ini Turun 32 Kg



Meskipun sudah mencoba untuk memilih makanan sehat dan rajin olahraga, bobot Sidoine Price (26) stabil di angka 89 kg. Hingga akhirnya ia melakukan tes intoleransi makanan dan menemukan penyebab utama bobotnya tidak bisa turun.

Sidoine yang berprofesi sebagai manajer mengungkapkan bahwa ia memang memiliki tubuh gemuk sejak lama. Tetapi selama beberapa tahun terakhir ia merasa bobotnya terus naik, hingga akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perubahan pola .

Sejak itu, Sidoine mulai makan lebih sehat, secara tetap makan 5 kali sehari dengan pola makan yang mengandung banyak protein dan sayuran seperti salad.

Stop Kebiasaan Minum Bir 40 L per Minggu, Bobot Pria Ini Turun 139 Kg


Seorang ayah dari 4 anak, Russell Robinson (43), memiliki bobot hingga 222 kg dan membutuhkan membutuhkan kemeja ukuran XXXXXXL. Ia ingin menurunkan bobotnya karena merasa depresi atas situasi dalam hidupnya.

Berat badan Russell melonjak drastis setelah 2 kali pernikahannya gagal. Ia merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi dan mulai tidak peduli dengan gaya hidup sehat. Namun setelah tidak menjaga pola hidup sehat, ia menjadi kegemukan dan malu terhadap kondisi tubuhnya.

Ukuran tubuh Russell yang cukup besar ini juga membuat ia kehilangan pekerjannya sebagai sopir forklift di sebuah pabrik.

Ingin Terlihat Cantik Saat Menikah, Gadis ini Pangkas Bobot 39 Kg


Mary Riddle (31) sebenarnya cukup langsing saat remaja, sampai akhirnya ia terkena endometriosis. Kondisi ini merupakan suatu keadaan di mana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. Berat badannya saat itu mencapai 112 kg dan ini membuatnya sulit menurunkan berat badan.

Awalnya Mary sempat mencoba diet, namun ia sempat putus asa karena ia selalu merasa lapar. Akhirnya ia menyerah dan kembali melakukan kebiasaan yang tidak sehat seperti melewatkan sarapan, makan siang dengan menu keju, mayonnaise, dan keripik.

Ingin Bertubuh Ideal, Nehu Pangkas 25 Kg dalam 5 Bulan



Nehu (22), memiliki nafsu makan yang cukup tinggi. Ia merasa sangat mudah merasa lapar dan selalu penasaran jika ada makanan baru. Akibatnya, saat baru lulus SMA ia memiliki tubuh cukup gemuk, yaitu sekitar 85 kg.

Setelah lulus, Nehu diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia dan sejak saat itu ia berpikir untuk menurunkan berat badan.

Setelah memiliki motivasi untuk menurunkan bobotnya, Nehu mendaftarkan diri ke salah satu tempat fitness bersama temannya. Setiap hari Nehu berlatih kardio selama 2-3 jam per hari untuk membakar kalori yang ada di dalam tubuhnya.

Ini Dia Rahasia Tya Subiakto Pangkas Bobot 27 Kg dalam 8 Bulan


Siapa tidak kenal dengan penata musik yang satu ini? Tya Subiakto Satrio (34), berhasil menurunkan berat badan sebanyak 27 kg dalam waktu 8 bulan. Banyak yang menanyakan diet seperti apa yang ia jalani. Secara eksklusif, Tya berbagi rahasia dietnya kepada detikHealth.

"Saya sudah pernah mencoba berbagai macam usaha untuk menurunkan berat badan, mulai dari susu diet, pil, sampai akupunktur. Namun tidak berhasil. Sekalipun berat badan saya turun, nantinya akan naik kembali," ungkap Tya kepada detikHealth saat ditemui di studionya, Jl Damai Musyawarah, Cilandak, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (10/5/2013).

Makan 6 Kali Sehari, Bobot Gadis Ini Turun 26 Kg


Meskipun memiliki bobot 102,2 kg dan tidak bisa menggunakan baju dengan ukuran XXL, Eta (23) beranggapan 'big is beauty'. Ia masih cuek dan belum merasa perlu untuk menurunkan bobotnya. Hingga suatu hari Eta melihat foto dirinya di pernikahan kakaknya dan mulai merasa malu dengan ukuran tubuhnya.

Setelah itu, salah satu teman Eta yang juga mengalami kelebihan berat badan mengajaknya untuk fitness. Tanpa pikir panjang, Eta langsung menerima ajakan temannya tersebut.

Hari pertama datang ke tempat fitness, Eta langsung menimbang berat badan untuk mengetahui penurunan bobotnya nanti. Saat itu angka timbangan menunjukkan angka 102,2 kg. Dengan tinggi badan 165 cm, bobot Eta hampir 2 kali bobot idealnya. Niat Eta pun semakin besar untuk bisa menurunkan berat badannya.

Takut Kena Sakit Jantung, Ibu 2 Anak Ini Pangkas 46 Kg Bobotnya


Katey Dyck (32) sejak remaja hingga kehamilan pertamanya memiliki bobot yang stabil yakni sekitar 80 kg. Karena bobotnya stabil, Katey merasa belum perlu melakukan diet, meskipun terkadang dia malu dengan badannya yang besar.

Saat Katey hamil putri pertamanya, ia mulai tidak bisa mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Setelah putri pertamanya lahir, bobot Katey bertambah menjadi 107 kg. Pada saat menyusui, bobotnya terus bertambah dan mencapai 110 kg, seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (7/5/2013).

Katey kemudian hamil dan melahirkan anak keduanya. Setelah beberapa kali diet hanya untuk mengejar kecantikan, ia menyadari bahwa mengejar penampilan luar tidak akan cukup memotivasinya. Katey pun merasa butuh motivasi yang lebih.

Ibu Meninggal Akibat Kanker, Sara Stop Minum Alkohol & Turunkan Bobot 51 Kg



Sara-jayne Foreman (26) mengalami trauma paling mendalam saat ibunya, Gillian (56), meninggal akibat kanker hati. Sejak saat itu, Sara-Jayne memutuskan untuk mulai berhenti minum alkohol dan bobotnya turun sebanyak 51 Kg.

"Ketika saya mengetahui ibu saya terkena kanker, saya sangat terpukul. Itu adalah mimpi terburuk saya dan saya benar-benar sangat sedih," ungkap Sara-Jayne, seperti dikutip dari Mirror, Senin (6/5/2013).

Selama ibunya telah didiagnosa menderita kanker hati, mereka selalu menghabiskan 9 bulan di samping tempat tidur bersama. Sejak saat itu ia mulai berpikir untuk mencoba berhenti minum alkohol Awalnya memang sulit, namun ia mempunya tekad kuat untuk bisa merubah kebiasaan buruknya ini.

Tubuh Gemuknya Sering Jadi Bahan Ejekan, Wanita Ini Pangkas 90 Kg



Cathy terakhir kali memiliki berat badan sehat saat ia masih berusia 8 tahun. Masa remaja dan dewasa dilaluinya dengan kegemukan. Tubuh gemuknya pun selalu menjadi bahan ejekan, bahkan oleh temannya sendiri

Cathy Sheargold (39) adalah seorang 'pemakan emosional', yang gemar makan junk food untuk mendapatkan energi dengan cepat. Masalahnya, karena energi tak bisa bertahan lama, ia akan makan lebih banyak cokelat, keripik, dan gorengan.

Selain itu, ia juga seorang 'pemakan rahasia'. Ia akan memesan 10 potongan ayam dan chip besar di resto cepat saji dan berpura-pura memesan untuk keluarga. Lalu ia akan mencari jalanan gelap atau taman untuk menghabiskan makanannya sendiri.

"Saya dulu percaya bahwa saya mencintai makanan. Tapi tidak, saya menggunakannya sebagai senjata untuk menghukum diri sendiri," jelas Cathy Sheargold.

Frustasi Selalu Dikira Ibu-ibu, Gadis Ini Turunkan Berat Badan 48 Kg


Usianya baru 25 tahun, tapi tubuhnya yang tambun seringkali membuat Madiha Tariq dikira ibu dari teman sebayanya. Frustasi selalu dikira ibu-ibu, ia pun sukses menurunkan berat badan hingga 48 kg.

Tubuh Madiha Tariq (25 tahun) memang tidak terlalu ramping sejak kecil, tapi berat badannya semakin gemuk setelah kematian ayahnya. Ketika ia masih duduk di bangku kelas 12, ia jatuh sakit selama setahun. Hanya tinggal di rumah selama setahun membuat tubuhnya semakin bengkak.

Selama setahun tersebut, Madiha mengaku makanan adalah satu-satunya teman. Ia terisolasi dari dunia luar. Ia tak pernah keluar rumah, bahkan untuk membeli bajunya sendiri. Itu adalah waktu terburuk dalam hidupnya.

Tak Ingin Mati karena Serangan Jantung, Rosemarie Pangkas Bobot 48 Kg


Rosemarie sudah kelebihan berat badan hampir di sepanjang hidupnya. Ia masih berumur 9 tahun sejak pertama kali gemuk. Kini di usia 48 tahun, karena takut mati akibat serangan jantung seperti ayahnya, ia pun bertekad menurunkan berat badan dan sukses memangkas 48 kg.

Rosemarie Hernandez Jeanpierre (48 tahun) gemuk mulai di usia 9 tahun. Di Filipina, tempat ia dibesarkan, sangat jarang anak-anak yang kelebihan berat badan. Tumbuh menjadi gadis gemuk, tak pelak ia pun sering menjadi bahan bullying.

Sekolah merupakan tempat yang benar-benar trauma baginya. Setiap hari adalah mimpi buruk. Teman sekelas selalu mengolok-oloknya, bahkan ada yang sampai menusuknya dengan peniti karena berpikir badannya akan mengempis seperti balon.

Tak Muat Duduk di Kursi Bioskop, Lee Turunkan Berat Badan 72,5 Kg


Sejak remaja, Lee sudah berjuang dengan berat badannya yang gemuk. Kelebihan berat badan saat usia anak-anak, membuatnya menjadi sasaran bullying. Namun kesulitan untuk duduk di kursi bioskop telah membuatnya berhasil menurunkan berat badan hingga 72,5 kg.

Sejak kecil gaya hidup Dr. Lee R. Coleman, Jr (46 tahun) memang sudah tidak sehat. Kebiasaan makannya terbilang mengerikan, karena dia rutin makan makanan cepat saji setiap harinya.

Agar Bisa Pakai Kostum Cosplay, Ajo Turunkan Berat Badan 20 Kg


Rolan Ajo sangat menyukai konstum-kostum cosplay. Sayang postur tubuhnya yang gemuk tidak memungkinkannya menggunakan kostum tersebut. Setelah bosan selalu menjadi bahan tertawaan, wanita ini pun berusaha keras menurunkan berat badan dan sukses susut hingga 20 kg.

Untuk dapat menurunkan berat badan, memang butuh motivasi yang kuat. Bagi wanita asal Taiwan, Rolan Ajo, dapat mengenakan kostum cosplay seksi adalah motivasinya.

Sekitar 10 tahun yang lalu, berat badan Ajo lebih dari 70 kg. Di sisi lain, wanita ini menyukai manga dan sangat ingin bisa mengenakan cosplay (costum play). Namun setelah mencoba kostum cosplay untuk pertama kalinya, ia kecewa dengan tampilan dirinya di cermin, yang menurutnya tampak jelek.