Laman

Tampilkan postingan dengan label Serangan Jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serangan Jantung. Tampilkan semua postingan

Jaga Pola Hidup Sehat, Wanita Ini Berhasil Turunkan Bobot 60 Kg



Dulu, bobot Sheila (31) mencapai 115 kg. Namun dengan upaya keras, kini berat badannya hanya 55 kg. Dengan tubuhnya yang ramping, Sheila terlihat lebih lincah dan semakin menawan.

Proses penurunan berat badan Sheila dimulai ketika teman baiknya yang menderita obesitas meninggal di usia 27 tahun karena serangan jantung. Saat datang ke acara pemakaman, salah satu teman Sheila yang lain hadir dan membuatnya terpana. Sebab dulu temannya ini memiliki tubuh gemuk, namun saat itu sudah memiliki tubuh ideal.

Takut Kena Sakit Jantung, Ibu 2 Anak Ini Pangkas 46 Kg Bobotnya


Katey Dyck (32) sejak remaja hingga kehamilan pertamanya memiliki bobot yang stabil yakni sekitar 80 kg. Karena bobotnya stabil, Katey merasa belum perlu melakukan diet, meskipun terkadang dia malu dengan badannya yang besar.

Saat Katey hamil putri pertamanya, ia mulai tidak bisa mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Setelah putri pertamanya lahir, bobot Katey bertambah menjadi 107 kg. Pada saat menyusui, bobotnya terus bertambah dan mencapai 110 kg, seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (7/5/2013).

Katey kemudian hamil dan melahirkan anak keduanya. Setelah beberapa kali diet hanya untuk mengejar kecantikan, ia menyadari bahwa mengejar penampilan luar tidak akan cukup memotivasinya. Katey pun merasa butuh motivasi yang lebih.

Tak Ingin Mati karena Serangan Jantung, Rosemarie Pangkas Bobot 48 Kg


Rosemarie sudah kelebihan berat badan hampir di sepanjang hidupnya. Ia masih berumur 9 tahun sejak pertama kali gemuk. Kini di usia 48 tahun, karena takut mati akibat serangan jantung seperti ayahnya, ia pun bertekad menurunkan berat badan dan sukses memangkas 48 kg.

Rosemarie Hernandez Jeanpierre (48 tahun) gemuk mulai di usia 9 tahun. Di Filipina, tempat ia dibesarkan, sangat jarang anak-anak yang kelebihan berat badan. Tumbuh menjadi gadis gemuk, tak pelak ia pun sering menjadi bahan bullying.

Sekolah merupakan tempat yang benar-benar trauma baginya. Setiap hari adalah mimpi buruk. Teman sekelas selalu mengolok-oloknya, bahkan ada yang sampai menusuknya dengan peniti karena berpikir badannya akan mengempis seperti balon.

Sadar Riwayat Keluarga Penuh Penyakit, Andrea Turunkan Bobot 63 Kg



Andrea (31 tahun) pernah merasa berada di titik terbawah dalam hidupnya yang membuat berat badannya mencapai 155,25 kg. Namun karena ia menyadari bahwa riwayat keluarganya penuh dengan masalah, maka ia memutuskan untuk menurunkan berat badan.

Pada Agustus 2008, Andrea harus kehilangan pekerjaan, seminggu kemudian ibunya meninggal akibat kanker dan kurang dari 2 minggu ia kehilangan neneknya akibat penyakit gagal jantung.

Saat itu ia tidak benar-benar menyadari apa saja yang sudah dimakan, berapa banyak makanan yang masuk, tidak memperhatikan waktu makan hingga tidak memikirkan apakah saat itu ia merasa lapar atau tidak.

Hal ini karena Andrea menjadikan makanan sebagai hadiah untuk menghibur dirinya sendiri. Terlebih keluarganya yang berasal dari keturunan Italia-Filipina memiliki budaya sosial seputar makanan.

Namun lama kelamaan Andrea menyadari ia dihadapkan pada kenyataan riwayat keluarga yang penuh masalah mulai dari kanker sampai jantung. Kondisi ini memicunya berpikir bahwa salah satu hal yang bisa dikontrol untuk menghindarinya adalah berat badan.