
Sejak kecil Brian Beck (40 tahun) memiliki masalah harga diri karena
tubuhnya yang gemuk. Namun tubuh gemuk ini mulai menjadi masalah besar
ketika ia harus melewatkan interview penting akibat tidak mendapat kursi
pesawat.
Ketika SMA Brian sempat berhasil menurunkan berat badan
sebanyak 25 kg, tapi caranya salah yaitu ia tidak makan dan tidak cukup
minum. Selain itu ia lari 3 mil sehari yang membuat tubuhnya lelah.
Alhasil kondisi ini tidak berlangsung lama.
Ketika masuk
perguruan tinggi ia mengalami stres yang justru dilampiaskan melalui
makanan. Baginya burger, pizza dan bir adalah kelompok makanan kesukaan
terutama saat sedang stres.
Kondisi ini membuat tubuhnya
mengalami diet yoyo, serta berat badan yang naik lebih banyak ketimbang
yang diturunkan. Hingga pada tahun 2003 berat badannya mencapai 219 kg.



