Laman

Rutin Lompat-lompat Sebelum Tidur, Bobot Elizabeth Turun 8 Kg



Jakarta - Masih muda, Elizabeth Beatrice Maefina Anwar (18) tak pernah berpikir untuk berusaha menurunkan berat badannya. Sampai suatu hari ia didiagnosis sebuah penyakit oleh dokter dan dianjurkan untuk berdiet.

Mengikuti pola makan sehat dan rutin melakukan sedikit aktivitas ringan, bobotnya berhasil turun dari semula 58 kg menjadi 50 kg. Berikut paparan Elizabeth kepada detikHealth, seperti ditulis pada Senin (18/8/2014):

Pada waktu itu, saya belum berkeinginan untuk benar-benar diet. Tetapi karena keadaan yang memaksa saya untuk ke dokter, akhirnya saya 
memeriksakan diri. Kemudian, terdiagnosislah penyakit itu.

Dibilang seperti Ibu Hamil, Suci Terapkan Food Combining dan Turun Bobot 14 Kg



Wonosobo - Di usianya yang baru 23 tahun, Suci Ariyani sudah memiliki tubuh tambun. Dengan tinggi badan 150 cm, bobotnya pernah mencapai 65 kg. Ia pun kerap menerima ejekan punya perut berlipat seperti ibu hamil.

Lelah dengan ejekan tersebut, Suci kemudian memutuskan untuk memperbaiki pola makan dan menurunkan berat badannya. Bobot Suci yang semula 65 kg berhasil turun menjadi 51 kg. Berikut kisahnya seperti dipaparkan kepadadetikHealth, Senin (18/8/2014):

Awalnya saya berniat diet semenjak kejadian di acara pernikahan sepupu saya. Waktu itu saya bertugas sebagai penerima tamu. Sebelum acara saya didandani dan dipakaikan kebaya. Ketika akan memakai rok jarit dari penata rias, sialnya dari semua rok yang dibawa tidak ada yang muat.

Hai Pria, Turunkan Berat Badan Jika Tak Ingin Kelaki-lakian Anda Luntur


Jakarta, Obesitas menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya meningkatkan risiko terserang diabetes, serangan jantung dan stroke, pria obesitas juga terancam kehilangan kelaki-lakiannya lho.

Dr dr Samuel Oetoro, MS, SpGK, mengatakan bahwa kelebihan berat badan menyebabkan menumpuknya sel lemak di tubuh. Selain mengeluarkan zat berbahaya yang dapat mengikis pembuluh darah, sel lemak ternyata juga memicu terbentuknya hormon estrogen yang lebih banyak.

Stop Makan Nasi dan Ganti dengan Roti Gandum, Bobot Agnes Turun 21 Kg!




Jakarta - Awalnya Agnes Florensia berniat menurunkan berat badan karena ingin memiliki pasangan. Namun karena kurang motivasi, seiring berjalannya waktu berat badannya malah semakin bertambah menjadi 78 kg. Kini bobotnya stabil di angka 57 kg. Wah, apa rahasianya?

Agnes memanfaatkan roti gandum dengan segala keunikan nutrisinya untuk berdiet. Ya, dengan rutin konsumsi makanan itulah bobotnya sukses turun 21 kg dalam 7 bulan. Berikut penuturannya kepada detikHealth, seperti ditulis pada Jumat (18/7/2014):

Tak Cuma Turunkan Bobot, Diet Rendah Kalori Juga Tunda Penuaan Organ


Jakarta, Jika selama ini diet rendah kalori kerap dianggap hanya bisa membantu menurunkan berat badan dan menjadikan bentuk tubuh lebih proporsional, maka kini sebuah studi mengungkapkan bahwa mengurangi asupan kalori juga memiliki manfaat lain. 

Ya, sebuah studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology menyebutkan bahwa membatasi kalori memperlambat penuaan pada manusia. Untuk membuktikan hal ini, dilakukan penelitian dengan memberikan kalori tetap pada angka 1600 kalori sehari.

Ulang Tahun, Perano Termotivasi Ubah Gaya Hidup dan Turunkan Bobot 17 Kg



Jakarta - Bagi sebagian orang bertambahnya usia dapat memberikan motivasi yang baru dalam hidup, salah satunya pada Perano Gustiandi (31). Memiliki berat badan 96 kg saat itu membuatnya tersadar untuk lebih banyak bergerak dan beraktivitas.


Setelah bergabung dengan salah satu pusat kebugaran, pria dengan tinggi badan 178 cm ini mulai menjalani program penurunan berat badan. Alhasil bobot berhasil turun sebanyak 17 kg. Berikut paparannya kepada detikHealth, seperti ditulis pada Jumat (18/7/2014):


Ini Buktinya Stres Bikin Orang Tambah Gendut


Jakarta, Jangan sepelekan stres karena kondisi ini bisa merubah fisik Anda dalam sekejap mata. Dari yang awalnya tampak awet muda jadi keriput atau yang tadinya kurus jadi gemuk. Lantas bagaimana berat badan seseorang bisa melonjak hanya karena stres? Begini penjelasannya.

Sebuah studi baru dari AS menemukan bertambahnya berat badan seseorang karena stres dan depresi diakibatkan kondisi mental tersebut mempengaruhi atau bahkan mengubah cara tubuh dalam memproses makanan berlemak.